Senin, 30 Mei 2016

pengajaran perbaikan (remedial teaching)



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
            Sebagai seorang guru mempunyai kewajiban mulai dari perencanaan  pembeelajaran, proses, hingga akhirnya nanti sampai kepada meng-evaluasi hasil belajar peserta didiknya. Oleh karena itu seorang guru harus mempersiapkan segala sesuatunya yang bersangkutan dengan penilaian peserta didiknya guna mengukur tingkat kemampuan yang telah dicapai peserta didik tersebut.
            Jika terjadi kesenjangan pada siswa terhadap criteria keberhasilan yang ditetapkan oleh guru bidang studi, maka disinilah peran guru yang bersangkutan untuk membuat program perbaikan pembelajaran dengan menggunakan strategi yang berbeda dan bervariasi.
B.    Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan pengajaran perbaikan (remedial teaching)?
2.      Seberapa Pentingnya pengajaran  perbaikan dan bagaimana hubungannya dengan proses belajar mengajar?
3.      Apa-apa saja Sifat-sifat khusus pengajaran perbaikan dengan masalahnya?
4.      Apa-apa Macam-macam Pendekatan Pengajaran Perbaikan?
5.      Bagaimana Prosedur pelaksanaan pengajaran perbaikan?
C.    Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui pengertian pengajaran perbaikan (remedial teaching).
2.      Untuk mengetahui Pentingnya pengajaran  perbaikan dan hubungannya dengan proses belajar mengajar.
3.      Utuk mengetahui Sifat-sifat khusus pengajaran perbaikan dengan masalahnya.
4.      Untuk mengetahui Pendekatan Pengajaran Perbaikan
5.      Untuk mengetahui Prosedur pelaksanaan pengajaran perbaikan.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian pengajaran perbaikan (remedial teaching).
Remedial teaching berasal dari kata remedy (inggris) yang artinya menyembuhkan. Istilah pengajaran remedial pada mulanya adalah kegiatan mengajar anak luar biasa yang mengalami  berbagai hambatan (sakit).  Sehingga anak yang normal pun memerlukan pelayanan pengajarn remedial (remedial teaching).
Remedial Teaching atau pengajaran perbaikan adalah suatu bentuk pengajaran yang bersifat menyembuhkan, membetulkan atau membenarkan. Dengan kata lain pengajaran perbaikan disebut juga pengajaran  yang membuat  peserta didik menjadi baik. Dengan demikian pengajaran perbaikan atau remedial teaching itu adalah bentuk khusus pengajaran yang berfungsi untuk menyembuhkan atau membetulkan dari hal yang salah. Sebagaimana yang sudah lumrah kita ketahui bahwa dalam proses belajar mengajar siswa  diharapkan dapat mencapai hasil sebaik-baiknya sehingga bila ternyata ada siswa yang belum berhasil sesuai dengan harapan maka diperlukan suatu proses pengajaran yang membantu agar tercapai hasil yang diharapkan. Maka pengajaran perbaikan diarahkan kepada pencapaiaan hasil yang sesuai dengan kognitif atau kemampuan masing-masing siswa melalui keseluruhan proses belajar mengajar  dan keseluruhan pribadi siswa.
Pengajaran Perbaikan itu berfungsi terapis  untuk (penyembuhan). Yang disembuhkan atau yang dibetulkan adalah beberapa hambatan (gangguan) kepribadian yang berkaitan dengan kesulitan belajar sehingga dapat timbal balik dalam arti perbaikan belajar juga perbaikan pribadi dan  sebaliknya. [1]


B.     Pentingnya pengajaran  perbaikan dan hubungannya dengan proses belajar mengajar.
Dalam kegiatan proses belajar  mengajar  maka diperlukan adanya pengajaran  perbaikan ini merupakan pelengkap dari proses pengajaran secara keseluruhan. Karena itu, pengajaran perbaikan ini perlu dikuasai setidak-tidaknya  dikenal oleh guru bidang  studi dan petugas bimbingan yang menyeuluh.  Dengan demikian pengajaran perbaikan ini perlu dapat dilihat dari beberapa segi:
1.        Siswa
kenyataan yang terjadi disekolah-sekolah bahwa setiap peserta didik dalam proses belajar mengajar mempunyai hasil yang berbeda-beda. Dalam proses belajar mengajar selalu dijumpai adanya anak yang berbakat, kemampuan tinggi, ada yang kurang berbakat, ada yang cepat, ada yang lambat di samping latar belakang mereka yang berupa pengalaman berbeda-beda. Atas dasar ini perlu ada pelayanan yang bersifat individual dalam proses belajar mengajar yang menyangkut masalahan bahasa, metode, alat evaluasi dan sebagainya. Ada beberapa perbedan individual yang menjadi dasar perhatian antara lain sebagai berikut:
a.       Perbedaan kecerdasan (inteligensi)
b.      Perbedaan hasil belajar (achievement)
c.       Perbedaan bakat (aptitude)
d.      Perbedaan sikap (attitude)
e.       Perbedaan kebiasaan (habbit)
f.       Perbedaan pengetahuan (knowledge)
g.      Perbedaan kepribadian (personality)
h.      Perbedaan kebutuhan (ned)
i.        Perbedaan cita-cita (ideal)
j.        Perebedaan minat (phisically)
k.      Perbedaan lingkungan (environment)
Atas dasar perbedaan individual ini guru dalam proses belajar mengajar harus menggunakan berbagai  pendekatan dengan menggunakan suatu anggapan: bila  siswa mendapat kesempatan belajar sesuai dengan pribadinya dapat diharapkan mencapai prestasi belajar yang optimal sesuai dengan kemampuannya.Untuk membantu setiap pribadi dalam mencapai prestasi yang optimal digunakan pendekatan pengajar perbaikan (remedial teching).
2.        Guru
Guru dalam proses belajar mengajar mempunyai fungsi ganda  yaitu  sebagai instruktur, konselor, petugas psikologis, sebagi media, sebagai sumber, dan sebagainya.
Dalam fungsinya yang ganda ini guru harus bertanggung jawab atas tercapainya tujuan pengajaran khususnya peningkatan prestasi belajar.
Dalam rangka ini pengajaran perbaikan merupakan peluang yang besar bagi setiap siswa untuk mencapai prestasi belajar secara optimal.
3.        Proses Pendidikan
Dalam proses pendidikan, bimbingan dan penyuluhan merupakan kelengkapan dari keseluruhan proses atau pelaksanaan program. Untuk melaksanakan pelayanan bimbingan sebaik-baiknya dalam proses belajar mengajar diperlukan pelayanan khusus (salah satu bentuk pelayanan BP yaitu pengajaran perbaikan (remedia teaching).
Dengan demikian perlunya/pentingnya pengajaran perbaikan atau remedial teaching itu dapat dilihat dari berbagai segi yaitu atas dasar pertimbangan:
a.       pedagogis
b.      psikologis
c.       didaktis
d.      metodis
e.       moral, dan lain-lain.[2]
Kurikulum yang terdapat disekolah-sekolah dewasa ini   metode dan sistem penyampaiannya dipergunakan pendekatan dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI).
Pendekatan  ini dianggap merupakan salah satu sistem yang efesien dan efektif untuk mencapai  tujuan yang optimal dengan melalui satuan pelajaran.
Rumusan dan tujuan yang jelas memudahkan menyusun dan mengembangkan  bahan pengajaran, alat pengajaran serta rencana dan pelaksanaan proses kegiatan belajar mengajar. Secara garis besar proses kegiatan belajar mengajar dengan pendekatan PSSI itu sebagai berikut:
1.      Rencana mengajar yang meliputi:
a.       Perumusan TIK atau tujuan khusus pengajaran
b.      Penyusunan alat evaluasi
c.       Penentuan materi pengajaran
d.      Penentuan kegiatan belajar mengajar
2.      Melaksanakan pengajaran dengan satuan pelajaran dengan kerangka:
a.       Bidang pengajaran
b.      Mata pelajaran-sub bidang pengajaran.
c.       Satuan bahasan
d.      Kelas/tingkat
e.       Waktu.
3.      Evaluasi yang merupakan umpan balik dalam kegiatan belajar mengajar:
a.       Bagi guru bila TIK bisa tercapai  dipergunakan untuk merevisi program.
b.      Bagi Siswa bila TIK tidak tecapai diadakan remedial atau pengajaran perbaikan.
4.      Melaksanakan Pengajaran dan evaluasi
5.      Umpan Balik
a.       Revisi program
b.      Remedial
Dengan melihat kerangka dasar kegiatan-kegiatan program belajar mengajar dengan pendekatan PPSI tersebut maka pengajaran perbaikan atau remedial teaching memegang peranan, khususnya dalam rangka mencapai hasil belajar yang optimal (belajar tuntas).[3]


C.    Sifat-sifat khusus pengajaran perbaikan dengan masalahnya.
Kekuasaan pengajaran perbaikan disesuaikan dengan karakteristik kesulitan  belajar yang diderita siswa. Tekanannya  pada usaha perbaikan atau membetulkan  keseluruhan proses belajar mengajar menyangkut masalah cara belajar, metode  belajar, materi, alat, lingkungan yang turut  serta mempengaruhi proses belajar mengajar. Kesulitan pelajaran membuat siswa menahan diri atau mengalami downshift, bagi sebagian siswa, berdiri atau di tunjuk untuk berbicara atau menjawab pertanyaan merupakan suatu resiko pribadi yang besar dan pengalaman yang sulit. Resiko pribadi yang besar dengan kewajiban menguasai pelajaran yang sulit, maka siswa tidak akan punya kesempatan untuk meraih sukses.[4]
Sehubungan dengan masalah ini maka  perlu dipahami oleh para pendidik atau petugas bimbingan, setidak-tidaknya mengetahui prinsip-prinsip masalah masalahnya yang menyangkut:
a.       Cara  belajar  Siswa
b.      Kondisi belajar
c.       Srategi pengajarn
d.      Hubungan guru dengan siswa.
e.       Pengelolaan kelas.
f.       Bidang studi.[5]

D.    Macam-macam Pendekatan Pengajaran Perbaikan
Macam – macam pendekatan pengajaran perbaikan :
1.      Pendekatan yang bersifat kuratif
Pendekatan ini diadakan mengingat ada seseorang atau sejumlah siswa, bahkan mungkin seluruh anggota kelompok belajar tidak mampu menyelesaikan program secara sempurna sesuai dengan criteria keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Sehingga membutuhkan pendekatan pengulangan, pengayaan atau pengukuhan dan pencepatan. Meliputi:
a.       Individual yang mengalami kesulitan terbatas
b.      Kelompok atau sejumlah siswa dalam bidang studi tertentu mempunyai jenis atau sifat kesalahan atau kesulitan yang sama.

2.      Pendekatan bersifat preventif
Pendekatan ini ditunjukkan kepada siswa yang berdasarkan informasi di prediksikan akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan suatu program studi tertentu yang akan di tempuhnya.jadi sasaran utama pendekatan preventif adalah berusaha semaksimal mungkin agar hambatan-hambatan yang di prediksi dapat di reduksi semaksimal mungkin sehingga siswa yang bersangkutan diharapkan dapat mencapai prestasi dan kemampuan penyesuaian sesuai dengan kriteria keberhasilan yang telah di tetapkan.
3.      Pendekatan yang bersifat pengembangan .
Merupakan upaya yang dilakukan guru selama proses belajar mengajar berlangsung. Sasaran utama pendekatan ini adalah agar siswa dapat mengatasi hambatan-hambatan yang mungkin dialami selama proses belajar mengajar berlangsung.
4.      Metode dalam pengajaran perbaikan (remedial)
Metode yang di gunakan dalam pengajaran perbaikan yaitu metode yang di laksanakan dalam keseluruhan kegiatan bimbingan belajar mulai dari tingkat identifikasi kasus sampai dengan tindak lanjut. Metode yang di gunakan yaitu:
a.       Tanya jawab
Tanya jawab memungkinkan terbinanya hubungan baik antara guru dan siswa, meningkatkan motivasi belajar siswa, menumbuhkan rasa percaya diri siswa dan sebagainya.


b.      Diskusi
Metode ini di gunakan dengan memanfaatkan interaksi antar individu dalam kelompok untuk memperbaiki kesulitan belajar yang di alami oleh sekelompok siswa.
c.       Tugas
Metode ini digunakan untuk mengenal kasus dan pemberian bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar. Siswa diharapkan dapat lebih memahami dirinya, dapat memperdalam materi yang telah di pelajari dan dapat memperbaiki cara-cara belajar yang pernah dialami.
d.      Kerja kelompok
Interaksi diantara anggota kelompok dengan harapan terjadi perbaikan pada diri siswa yang mengalami kesulitan belajar.
e.       Tutor
Adalah siswa sebaya yang ditugaskan untuk membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar.
f.       Pengajaran individual
Pengajaran individual adalah interaksi antara guru-siswa secara individual dalam proses belajar mengajar.[6]

E.     Prosedur pelaksanaan pengajaran perbaikan.
Dalam hal  menyusun prosedur/ program pelaksanaan pengajaran perbaikan (remedial teaching).  Sebelumnya  pendidik/guru perlu menetapkan hal-hal sebagai berikut:
1)      Tujuan Pengajarn remedial;
2)      Materi pengajaran remedial;
3)      Metode Pengajarn remedial;
4)      Alokasi waktu;
5)      Tehnik evaluasi pengajarn remedial.[7]
Usaha-usaha untuk menentukan karakteristik kasus serta tundakan pemecahannya harus di fikirkan, yaitu sebagai berikut :
a.       Jika kasusnya ringan makan tindakan yang di tentukan adalah remedial teaching
b.      Jika masalahnya berat maka sebelum di berikan remedial teaching harus diberi terlebih dahulu layanam  konseling yaitu untuk mengatasi hambatan-hambatan emosional yang mempengaruhi cara belajarnya.
















BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan
Remedial Teaching atau pengajaran perbaikan adalah suatu bentuk pengajaran yang bersifat menyembuhkan, membetulkan atau membenarkan. Dengan kata lain pengajaran perbaikan disebut juga pengajaran  yang membuat  peserta didik menjadi baik. Kekuasaan pengajaran perbaikan disesuaikan dengan karakteristik kesulitan  belajar yang diderita siswa. Tekanannya  pada usaha perbaikan atau membetulkan  keseluruhan proses belajar mengajar menyangkut masalah  cara belajat, metode  belajar, materi, alat, lingkungan yang turut  serta mempengaruhi proses belajar mengajar.
Dalam hal  menyusun prosedur/ program pelaksanaan pengajaran perbaikan (remedial teaching).  Sebelumnya  pendidik/guru perlu menetapkan hal-hal sebagai berikut:
1). Tujuan Pengajarn remedial;
2). Materi pengajaran remedial;
3). Metode Pengajarn remedial;
4). Alokasi waktu;
5). Tehnik evaluasi pengajarn remedial










DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu. Psikologi Belajar. Jakarta:  Rineka Cipta, 2004
Bobbi Deporter,dkk.  Quantum Teaching. Bandung: Mizan Pustaka, 2004
MuhibbinSyah, Psikologi Belajar, Jakarta:  Raja Grafindo Persada, 2005



[1]Abu Ahmadi, Psikologi Belajar, cet 2 (Jakarta:  Rineka Cipta, 2004), hal. 152-153
[2]Abu Ahmadi, Psikologi Belajar,…hal. 150-152
[3]Abu Ahmadi, Psikologi Belajar,...hal. 148-150
[4] Bobbi Deporter,dkk, Quantum Teaching, (Bandung: Mizan Pustaka, 2004), hal. 87
[5]Abu Ahmadi, Psikologi Belajar,..hal. 156
[7]MuhibbinSyah,  Psikologi Belajar, Cet 4 (Jakarta:  RajaGrafindoPersada, 2005), Hal. 190-191

1 komentar:

  1. Sands Casino: How to Get 25 Free Spins on Blackjack
    You're septcasino the ticket for an authentic Vegas-style gaming 1xbet experience at Sands Casino in deccasino Las Vegas, Nevada. You're not just welcome to the casino, you can play at

    BalasHapus